Sorry, flash is not available.


Kanker Prostat

Kanker bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun ada beberapa penyakit yang karakteristik ‘penyerangannya’ lebih sering menyerang pria. Data statistic menunjukkan bahwa Asia Tenggara memiliki angka lebih tinggi untuk kanker paru, hati, dan prostat pada pria. Meski kanker testis lebih jarang terjadi, tetapi bukan berarti dapat diabaikan.

Pencegahan kanker dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup seperti : mengontrol berat badan, olahraga, konsumsi makanan sehat, dan menjauhi rokok. Menurut American Institude for Cancer Research, 60-70% kanker dapat dicegah. Data ini mungkin bisa membangun kita untuk memperbaiki gaya hidup yang kurang sehat. Lantas, seperti apa gejala dan penyebabnya?

Kanker Prostat
Ukuran kelenjar prostat hanya sebesar biji kenari yang mengililingi bagian atas dari uretra (saluran yang mengalirkan urin dari kantong kemih ke penis). Faktor usia memang peran penting sebagai risiko terbesar kanker prostat. 80% kasus pria penderita kanker prostate berusia 65 tahun keatas. Diet dengan kandungan tinggi lemak juga berkaitan dengan kanker prostat.

Gejalanya, Urin yang bercampur dengan darah, nyeri atau rasa terbakar saat buang air, aliran urin tidak lancar, sulit atau jarang buang air kecil, punggung dan kaki terasa nyeri seperti radang sendi (arthritis), dan tulang terasa ngilu. Beberapa gejala ini bisa disebabkan oleh perubahan yang non kanker seperti infeksi atau pembesaran prostat.

Pada tahap awal, kanker prostat biasanya menimbulkan beberapa gejala, oleh karenanya dianjurkan bagi pria usia 40 tahun keatas melakukan pemeriksaan prostat secara teratur setiap tahun.