Sorry, flash is not available.


Selamatkan Efek Samping Terapi Kanker

IBU SONGO Latumahina (54) tampak sangat pucat dan tidak bertenaga, rambutnya menipis, rontok dan hampir plontos. Kondisi ini terjadi karena Bu Songo baru menerima obat-obatan terapi kanker, berupa kemoterapi, yang harus dilajaninya selama lima seri. Tujuannya, membasmi sel-sel kanker yang bermukim di tubuh si penderita kanker dan tumor pascaoperasi ini. Obat-obatan ini berupa sitotoksit.

Tanggal 6 Januari 2004, Bu Songo selesai menjalani operasi pengangkatan tumor kandungan empedu sebesar 7x3 cm, dan tumor ovarium massa 800 cc Cell Adeno Ca Ovari Grade II. Operasi dilangsungkan di sebuah rumah sakit swasta di Denpasar.

Kejadiannya kata Pak Markus Latumahina, suami Bu Songo, bermula November 2003. “Istri saya mengeluh karena sering kencing, perutnya makin hari makin membesar dan mengeras,”katanya. Pak Markus mengajaknya periksa ke dokter ahli penyakit dalam juga diperiksakan untuk dibiopsi oleh dokter ahli patologi sekaligus operasi pengangkatan tumor. Dokter mengira hanya ada satu tumor di indung telur saja (tumor ovari). Nyatanya setelah Bu Songo dibuka perutnya, diketahui ada lagi tumor yang dibuang mencapai 1.100 cc.

Setelah menjalani operasi pengangkatan tumor, ginjal Bu Songo dimasuki slang untuk membuang bengkak air dua minggu berturut-turut. Tetapi dilanjutkan untuk membersihkan sel kanker dari tubuhnya, berupa obat kemoterapi secara infus selama 5 seri. Namun baru mendapatkan dua kali obat kemoterapi, kondisi Bu Songo kedodoran. Seluruh tubuhnya lemas, lunglai, badan seperti terbakar, nafsu makan hilang, mencium bau makanan saja sudah membuat Bu Songo ingin muntah. HB darahnya turun drastis, rambutnya berguguran, hampir botak.

Pak Markus beriskusi dengan dokter yang menanganinya. Anjuran dokter, sulit meneruskan obat kemoterapi. Harus dicarikan obat kemoterapi lain secara oral (diminum). Sambil mencari obat ke Surabaya, Pak Markus juga berdoa untuk mendapatkan obat alternative yang baik, yang bisa menyembuhkan penyakit istrinya. Pak Markus mendapat petunjuk untuk memakai obat alternetif yang baik, yang bisa menyembuhkan penyakit istrinya. Pak Markus mendapat petunjuk untuk memakai ramuan Hsen Chii International. Kebetulan pula obat kemo yang dicari di Surabaya tidak didapatkan. Akhirnya Pak Markus menghubungi Hsen Chii International untuk melakukan konsultasi penyakit yang diderita istrinya.

Setelah meneliti hasil diagnosa dari laporan rumah sakit dan memeriksa kondisi penyakit Bo Songo, konsultan senior Hsen Chii International memberikan ramuan khusus dari Cina-Jepang, ramuan yang di khususkan untuk mematikan sel kanker (canser terminator). Ramuan ini tercanggih mengobati kanker dan telah dipakai luas di Rumah Sakit di Amerika, Jepang dan Australia selama 10 tahun. Digunakan untuk terapi komplementer penyakit kanker kronis dan sejenisnya mendampingi pengobatan modern Barat.

Selain itu, Bu Songo juga diberi ramuan untuk meningkatkan nafsu makan, memperbaiki HB darah dan membersihkan fungsi liver dari racun yang mengendap akibat efek kemoterapi. Konadisi istri Pak Markus cepat pulih. Badannya sekarang lebih segar, rona wajahnya lebih memerah, nafsu makannya pulih, makannya juga lebih banyak, tidurnya tidak gelisah serta rambutnya tidak rontok.

Setelah mengkonsumsi ramuan Hsen Chii International 3 bulan sejak Januari, kondisi Bu Songo telah normal kembali. HB darah juga normal. Tiap hari sudah bisa berjalan tiap 1 jam penuh tidak merasa lelah. Akhir Maret 2004, diadakan pengetesan tingkat keaktifan kanker. Hasil tes darah di Laboratorium Prodia, tidak ditemukan kelainan sel-sel tumor. Sel-sel tumor. Sel-sel tumor ovari menunjukkan tingkat keadaan normal. “Kondisi perut istri saya sudah seperti biasa, bekas operasi juga baik,” kata Pak Markus.

Sementara itu kondisi Berthie, laki-laki (25) anak satu-satunya Pak Markus dan Bu Songo, sering sesak napas. Jika berolah raga bulu tangkis, jantungnya sering payah dan napasnya sesak, tensinya sering tidak stabil (rendah). Setelah berobat 3 bulan berturut-turut, sekarang jika main bulu tangkis sudah bisa tiga set, tidak capek,” tutur Berthie.

Tidak jauh berbeda keluarganya di Magelang. Sehabis stroke dan operasi dari selangkangannya untuk mengobati jantung, Nyonya Lena (78) sulit makan dan kaki bengkak, bekas operasinya membengkak. Setelah memakai ramuan Hsen Chii International sekarang bengkak di badan dan kaki sudah bisa mengempis. Penghargaan dan rasa syukur atas tersedianya ramuan-ramuan yang baik dari Hsen Chii International.

Ranyab Hsen Chii International sangat aman diminum, karena sudah terdaftar di Departemen Kesehatan No ML 862707004015. Sama sekali tidak ada efek sampingnya. Hsen Chii siap mengatasi berbagai penyakit. Hubungi konsultan senior Hsen Chii, Mr. Chai di Jalan Nusa Penida 26, Denpasar, Bali. Telepon (0361) 225388 dan 7435886. Pukul 10.00. Diatas pukul 17.00, wajib daftar. Hari besar/Minggu tutup,- adv/ard

TOKOH 5 25 Juni-1 Juli 2006