Saat Redaksi Hsen Chii datang berkunjung ke rumah Ibu AA (Anak Agung) Rai Miati untuk yang kedua kalinya, kegembiraan tampak melingkupi keluarga ini. Apa pasal? Keinginannya terkabul sudah. Atas berkat rahmat Tuhan Ibu AA Rai Miati berhasil melahirkan bayi laki-laki dengan berat 3,5 kg dan panjang 51 cm. Anak kedua yang merupakan putra pertama ini diberi nama AA Kresna Bawa Yudistiawan.
Setelah anak pertama yakni seorang putri yang sudah 4,5 tahun, keinginan ibu Rai Miati untuk mempunyai anak lagi mulai muncul. Keinginan ini tampaknya memang wajar. Seperti diketahui bagi masyarakat Bali, khususnya yang bergelar bangsawan AA, mendapatkan keturunan anak laki-laki sungguh sangat diharapkan. Tentunya itu bukanlah suatu perjuangan yang mudah.
Sejak menikah tahun 1992, istri dari Bapak AA Oka Bawa ini pernah dikuret dua kali, sebab anak yang dikandungnya keguguran, dan yang menyedihkan, jabang bayinya hanya bisa bertahan dua bulan sampai tiga bulan. Hal-hal yang menyebabkan Ibu ini keguguran tidak diketahui pasalnya, peralatan medis di Desa kecil itu sangat minim.
Pada 1994 Ibu Rai Miati pernah juga hamil, kali ini kehamilannya bahkan mencapai 8 bulan tetapi sayangnya juga mengalami hal yang sama yaitu keguguran. Pada kehamilan ini Ibu Rai Miati tidak merasa gerakan apapun dari bayi yang dikandungnya, bahkan badannya terasa membengkak / membesar, gampang kelelahan, tensinya sangat tinggi mencapai 170/100.
Saat keguguran usia 8 bulan jabang bayinya sangat kecil, beratnya hanya mencapai 900 gram dan saat itu Ibu Rai Miati mendapat pemeriksaan dokter di Surabaya dan berdasarkan pemeriksaan Hematophotolgi/Phatologi ia diketahui mengidap penyakit Megasiphalo Virus sejenis virus yang banyak ditemukan pada kebanyakan penderita Flu/Influenza.
Menurut Ibu Rai Miati, sewaktu masih kuliah di Yogyakarta, dia sering menderita Flu/Influenza, tetapi tak menyangka akibat tidak tuntasnya berobat sakit yang dideritanya bisa berakibat fatal bagi kehamilannya sekarang.
Berdasarkan pemeriksaan Hemathology-Imuno Serology (pemeriksaan darah, red), diketahui kandungan virus ini mencapai 1:3200 , angka yang sangat riskan bagi kesehatan Ibu dan anak yang dikandungnya. Menurut dokter, virus ini hanya bisa ditekan jumlahnya dan sulit untuk dimusnahkan.
Setelah berobat ke Surabaya, akhirnya pada pertengahan tahun 1996 Ibu Rai Miati dapat melahirkan seorang anak perempuan.
Bertemu dengan produk Hsen Chii
Sejak melahirkan anak pertamanya sampai kini selang waktu hampir 4 tahun, Ibu muda ini tidak pernah lagi mengalami kehamilan, berbagai cara pengobatan terus diusahakannya baik dari segi medis maupun non-medis. Hasilnya tetap nihil, sampai suatu hari seorang teman sejawatnya yaitu Bapak Gde Sandhi yang juga berprofesi sebagai guru Kimia pada SMU 5 memperkenalkannya untuk memakai produk Hsen Chii, dan bertemu dengan Bapak Drs. Sufendi Tjuatja.
Setelah diterangkan oleh Bapak Sufendi, bahwa produk Hsen Chii dapat meningkatkan anti-bodi (daya tahan tubuh) dan memperlemah virus sekaligus dapat meningkatkan kesuburan kandungan, terlebih lagi setelah mendengar produk Hsen Chii tidak mengandung bahan kimia, Ibu Rai Miati sangat gembira. Kini rasa optimisme untuk berobat timbul kembali, tanpa rasa was-was dengan efek samping obat kimia.
Setelah memakai produk Manjusaka, Octogenarian dan Hers, timbul bentolan seperti jerawat pada seluruh wajah Ibu Rai Miati, sehingga ibu muda ini sangat malu untuk bertemu teman-teman lainnya.
"Wajah saya benar-benar hancur", ujar Ibu Rai Miati sedih, dengan sangat ketakutan ia segera menemui Bapak Sufendi. Akhirnya iapun dapat bernafas lega bahwa kondisi itu terjadi karena efek pembersihan toksin (racun) akibat dari virus yang mengeram selama ini.
Menurut Bapak Sufendi pembersih racun ini akan mengembalikan kesehatan sekaligus memberikan kesuburan yang selama ini terganggu akibat penyakit Megasiphalo Virus tadi.
Mendengar penjelasan ini, Ibu Rai Miati terus melanjutkan pemakaian produk Hsen Chii (tahap kedua). Setelah itu ia merasakan adanya tanda-tanda kehamilan. Untuk memastikan diri, ia segera melakukan pemeriksaan dan hasilnya positif. Alangkah bahagianya ia mendengar kabar ini.
Selain itu terjadi lagi keajaiban kedua, wajah ibu Rai Miati yang "rusak berat" tiba-tiba bersih, selicin-licinnya. Tentu saja hal ini menjadi gunjingan para ibu-ibu guru di sekolah SMU. Kini manfaat produk Hsen Chii benar-benar ia rasakan.
Proses Kelahiran Lancar
Proses kelahiran AA Kresna Bawa Yudistiawan tergolong mudah. Bayi yang sudah terlihat ketampanannya in lahir pada hari Rabu, dan pada hari Jumat Ibu Rai Miati bersama putranya sudah boleh meninggalkan rumah sakit.
"Begitu lahir, matanya sudah berdelik akitf. Gampang dirawat dan tidak rewel. Pada usia dua bulan, satu kaleng susu habis dalam 3-4 hari. Sekali sedot 120 cc. Dalam usia dua bulan, sama besarnya dengan usia enam bulan anak pertama," tambah Miati kali ini dengan mata berbinar memandang sang buah hati.
Recent Comments
4 weeks 1 day ago
5 weeks 4 days ago
7 weeks 3 days ago
7 weeks 4 days ago
7 weeks 4 days ago
7 weeks 4 days ago
8 weeks 3 days ago
9 weeks 14 hours ago
9 weeks 20 hours ago
9 weeks 21 hours ago