Sorry, flash is not available.


Sembuh dari Jantung Aritmia Akut

Seorang lelaki bernama I Ketut Wita (31) asal Gianyar, kini kelihatan lebih cerah dibandingkan dengan keadaannya dulu. “Saya dulu menderita penyakit yang oleh dokter disebut sebagai penyakit jantung aritmia akut,” aku Ketut Wita.

Penyakit ini saya derita cukup lama, yaitu sejak di SMA. Kalau dihitung-hitung lebih dari 15 tahun,” lanjut Ketut Wita. Kalau kambuh, tambahnya, jantungnya seperti dipukul-pukul, badannya lemas tidak bertenaga, tubuh dingin, kepala pusing, membuat konsentrasi kerja terganggu. Tidak ada gairah hidup dan lebih dan yang lebih parah, tangannya terus menerus gemetar. Ia sering tidak kuat menahan gemetarnya sehingga tidak dapat naik sepeda motor. Jika berjalan beberapa saat saja sudah tidak kuat lagi. Akhirnya Wita kini tidak bekerja. Sebelumnya ia bekerja di art shop. Ia jadi banyak beristirahat di rumah. “Karena penyakit jantung ini saya harus rela istirahat total di rumah alias nganggur,” ujar Ketut Wita.

Sejak menderita penyakit ini, Ketut Wita sering berkunjung ke dokter. Ia datang ke dokter umum maupun dokter spesialis jika penyakitnya kambuh. Sering ia diberi obat penenang. “Setelah mengkonsumsi rasanya dia mudah ngantuk dan maunya tidur saja,” ujar istrinya. Istrinya mengatakan keheranannya meski sudah terus berobat ternyata selama 15 tahun penyakit suaminya tidak pernah tuntas. Ketut Wita pun sering bertanya-tanya pada dirinya, apakah penyakitnya ini ada penyembuhnya. Tiap penyakitnya kambuh terlintas dipikirannya ingin mati saja.

“Suatu hari saya membaca artikel di surat kabar. Ada kesaksian seorang penderita penyakit jantung aritmia, kalau tidak salah seorang wanita pengusaha garmen. Gangguan dan keluhannya sama, selama 5 tahun, akhirnya berhasil sembuh setelah mengkonsumsi ramuan Hsen Chii International selama 6 bulan,” ujar Ketut Wita. Saya juga pernah mendengar tentang ramuan Hsen Chii International dari seorang teman yang tinggal di Bangli. Teman saya itu sakit asma dan sehat setelah memakai ramuan dari Mr. Chai,” ujarnya lebih lanjut.

Dengan keyakinan penyakit yang sama bisa sembuh, Ketut Wita akhirnya berkunjung ke kantor Mr. Chai di Denpasar. Setelah memeriksa keadaan Ketut Wita, Mr. Chai menyampaikan selain gangguan jantung ia juga harus diberi pengobatan tambahan melalui perbaikan pada pencernaannya usus besar maupun usus kecil.

Karena penyakit Ketut Wita sudah komplikasi karena lamanya itu, yakni 15 tahun. Ia diberi prioritas pengobatan pada pencernaan, yang biasanya sering kembung dan sering bersendawa menjadi mereda. Nafsu makannya jadi normal.

Periode berikutnya Mr. Chai memberikan ramuan khusus berbentuk pil tablet yang sudah dimodernisir untuk pengobatan aritmia jantung Ketut Wita sebanyak 3 jenis. Ia diwajibkan melakukan pantangan tertentu dan wajib olahraga untuk latihan otot jantung yang sudah lemah. Satu bulan kemudian Ketut Wita merasa tenaganya pulih kembali, detak jantung berangsur normal. Dua bulan berikutnya sudah bisa kembali menggunakan kendaraan sepeda motor. “Dulu hal itu hampir tidak mungkin saya lakukan karena sering kaget dan tangan sering tidak mau berhenti gemetaran,; ucapnya.

Akhirnya tiap dua minggu sekali Ketut Wita berkunjung ke kantor Hsen Chii International untuk pemeriksaan dan selalu bertanya tentang perkembangan penyakitnya. Kini sudah dirawat dengan ramuan Hsen Chii International selama 4 bulan, kondisinya sudah sehat. Tiap hari ia bisa berjalan sepanjang 2 km, sepanjang pantai. Naik motor sudah tidak masalah lagi, penyakit jantungnya sudah tidak pernah kumat lagi. “Hidup saya lebih ceria, seperti orang normal yang lahir kembali. Saya merasa kemajuan jantung saya pulih, saya yakin akan cepat bekerja lagi seperti orang-orang lainnya,” katanya sumringah.

Ramuan Hsen Chii International sangat aman untuk dikonsumsi/diminum karena sudah terdaftar di Departemen Kesehatan RI No. ML.862707004015. Untuk penjelasan dan informasi lebih lanjut hubungi atau datang langsung ke Hsen Chii International Jalan Nusa Penida 26, Denpasar, telepon (0361) 225388, 246688 dan 7491128 pukul 09.00 – 18.00. Hari besar/Minggu tutup. –adv/ard
TOKOH 11 1 – 7 Oktober 2006