Sorry, flash is not available.


Jantung Aritmia ( Komplikasi Hipertensi, Jantung, Diabetes Mellitus )

Wijaya I Made ( 35 Tahun ) beralamat di Karangasem , 3 tahun yang lalu menderita komplikasi penyakit Hipertensi, Jantung dan Diabetes. Sebelumnya, Bapak Wijaya pernah diperiksa melalui sistem ECG. Oleh dokter, jantung pak Wijaya dinyatakan aman atau tidak mengalami masalah. Tetapi pak Wijaya sendiri merasakan ada yang tidak beres dengan kondisi kesehatannya karena getaran jantungnya semakin kuat dan dadanya terasa semakin sakit.

Akhirnya pak Wijaya kembali lagi ke rumah sakit untuk minta diperiksa ulang. “Untuk pemeriksaan yang ke dua kali ini tidak melalui sistem ECG, mungkin dikarenakan saya menggunakan SKTM” kata pak Wijaya. Pak Wijaya cuma diberi obat penurun gula karena dari hasil pemeriksaan Lab, gula darahnya mencapai 500 lebih. Setelah mengkonsumsi obat tersebut kondisi pak Wijaya bukannya semakin membaik, malah gula darah-nya drop terus. Oleh dokter pak Wijaya dianjurkan untuk minum air gula. Selain gula darah drop terus,juga keringatan, tidak bertenaga untuk jalan, sering haus dan buang air kecil terus selang beberapa menit. “Karena kondisi tidak memungkinkan untuk bolak-balik ke kamar kecil, untuk buang air kecil saya siasati dengan menggunakan ember cat 5 Kg yang ditaruh dikamar tidur”. Pernah Pak Wijaya tiba- tiba pingsan selama 10 menit ditegalan sawah diawali dengan telinga berdengung, setelah siuman saya telah “disemuti” bahkan banyak semut masuk ke telinga saya. Kejadian beberapa kali pingsan tidak sadarkan diri ini benar-benar membuat saya trauma”.

1 tahun belakangan ini saya merasakan jantung saya terasa sakit dan terasa bengkak. Saya tidak bisa jalan di jalan yang ada penanjakan. Bahkan untuk tidur saya harus tetap dalam posisi terlentang untuk mengurangi penderitaan saya. Saya konsultasi lagi ke dokter, dan oleh dokter saya diberi obat kimia. Setelah mengkonsumsi obat tersebut, Jantung saya terasa sedikit agak ringan tetapi bengkaknya masih tidak berkurang sedikitpun. Saya cuma diminta untuk bersabar oleh dokter terhadap penyakit yang saya derita.

Pernah suatu malam sekitar jam 21.15 tiba-tiba jantung saya terasa sakit luar biasa, nafas terasa sesak dan tangan kiri saya tidak bisa digerakkan. Saya dilarikan ke UGD dan langsung dipasang oksigen selama 1 jam. “Untung Bapak cepat dibawa kesini untuk ditangani, kalau telat Bapak bisa terserang stroke” kata tim dokter yang menangani saya waktu itu. Saya di opname selama 5 hari di Rumah Sakit Karangasem. Saya disuruh rujuk ke RS Sanglah tapi saya tidak mau.

Setelah itu saya baru ingat saya pernah baca kesaksian dikoran tentang pengobatan alternative ramuan herbal dari Hsen Chii Internasional, akhirnya saya mulai konsultasi kesana. Saya diberi resep obat herbal untuk dikonsumsi. Setelah mengkonsumsi obat tersebut selama 2 minggu, saya mulai merasakan efeknya. Saya mulai memberanikan diri meninggalkan obat kimia yang dianjurkan dokter. Setelah mengkonsumsi ramuan dari Mr. Chai, kini saya bisa naik 7 pura yang ada di pulau Nusa, Penida ( Lempuyang Penataran, Madya, Telaga Mas, sampai Lempuyang Luhur ). Irama jantung saya sudah tidak kedengaran lagi dan bengkaknya sudah hilang. Sekarang untuk dibawa lari pun sudah tidak masalah, sayang saya kurang waktu luang untuk berlari karena saya harus bertani dan memelihara sapi. “Kondisi saya sudah pulih 90% setelah berobat selama 10 minggu” Ujar Bapak Wijaya mengakhiri cerita kesaksiaannya.

mr.chai , saya mau tanya

mr.chai , saya mau tanya apakah bisa mengobati untuk penyakit penyempitan jantung?
dan harus berapa lama?
apakah setiap 1minggu sekali harus control atau bagaimana?trimakasih