Sorry, flash is not available.


Sembuh dari Sakit Nyeri Saat Mentruasi, Liver, Fertigo

Ibu Nyoman Suriati (49) adalah sosok ibu yang kurang beruntung. Batapa tidak jika mendengar ceritanya, badan bisa sampai panas dingin. Penderitaan Suriati sudah muncul sejak ia berusia 25 tahun. Sakitnya mulai dari gangguan menstruasi yang tidak pernah teratur. Seringkali menstruasinya hanya satu hari saja, namun terkadang bisa hingga tujuh hari berturut-turut. Sehari sebelum menstruasi ditandai dengan sakit kepala yang luar biasa. Perutnya serasa melilit ketika tengah mentruasi. Makanya Suriati selalu menggunakan kain stagen jika keluar. Bukan hanya itu dalam keadaan biasapun perutnya sering sakit ( dulu sering disebut perut turun ).

Suriati juga berpantang makan minyak selama 2 tahun karena menderita sakit liver. Ginjalnya pernah tersumbat, kesulitan kencing, dan air seninya mengumpul diatas hingga sulit keluar (bengkak). Sakitnya ini sampai enam bulan baru bisa diatasi.

Sehari-hari Suriati juga menderita maag kronis disampinh itu migren dikepalanya disertai rasa fertigo yang sangat menyiksa dan selalu menyertainya. Bila tidur kepala menghadap kekiri maupun kekanan ia merasa sulit bisa bangun sendiri. Keadaan sulit bangun dan sering bangun dengan sempoyongan dialami Suriati selama 10 tahun lebih.

Sering juga dirasakannya tangan dan lengannya nyeri luar biasa. Bahkan seluruh tubuhnya sampai diatas alis juga sakit. Keadaan ini hanya bisa diatasi dengan suntikan pada daerah atau bagian tubuh yang sakit. Jika perlu alis Suriati pun tidak luput dari suntikan anti nyeri dari dokter. Selain itu sakit dipinggangnya juga sering terjadi dan suntikan ini juga sudah dijalani selama beberapa tahun. Biasanya bagian tubuh yang telah disuntik sering bengkak-bengkak dan malam harinya menjadi gatal-gatal.Jika diberikan obat gatal, gejala gatal langsung hilang, tapi 2 minggu kemudian muncul lagi.

Penderitaan Nyoman Suriati tidak berhenti sampai disitu saja. Akhir – akhir ini tangannya sering menebal, jika memegang barang ia tidak merasakannya serta sering menjatuhkan barang yang dipegangnya. Bila penyakit syaraf ini kumat, Suriati tidak bisa menyuapkan makanan kemulutnya sendiri. Begitupun memakai baju harus dituntun, layaknya orangtua yang lumpuh. Badannya juga sering demam dan sulit bergerak. Kadang saat kepasar ia juga sering sempoyongan. Karena itu, Suriati harus ditemani jika berjalan sendiri.

Sementara itu hampir setiap dua hari suaminya mendapat telpon untuk segera pulang kerumah kerena mendadak ia sulit bergerak dan sering merasa ketakutan sendiri dan trauma. Untuk kasus ini Suriati telah mendapatkan fisioterapi dan berbagai obat dari dokter yang telah dijalaninya bertahun-tahun tanpa bisa membuatnya pilih dari keadaan. Ia terperangkap berbagai penyakit selama bertahun-tahun. Bahkan baru-baru ini ia juga menjalani operasi pengangkatan tumor payudara.

Syukurlah setelah berkenalan dengan ramuan Hsen Chii International dari Mr. Chai, selama 3 hari saja keadaannya berangsur berubah. Rasa ketakutan sirna, nyeri yang biasanya terjadi menjelang menstruasi tidak muncul lagi selama dua bulan pemakaian ramuan dari Mr. Chai tersebut. Begitu juga dengan fertigo dan nyeri kepala juga tidak menampakan gejalanya lagi, termasuk kaku pada tangan tidak berbekas. Kini Nyoman Suriati sudah mengancing BH-nya sendiri, tangannya juga mampu dilipat kebelakang tanpa bantuan orang lain. Iapun mampu mencuci sendiri. “stagen yang saya pakai setiap hari sekarang sudah saya lepaskan. Sekarang saya sudah bisa beraktifitas seperti biasanya,” ujarnya sumringah. “ yang paling bahagia adalah suami saya, mungkin karena tidak ada rasa was-was lagi menerima berita istrinya sakit. Terimakasih pada Hsen Chii International yang telah membebaskan saya,” lanjutnya dengan wajah berubah ceria tanpa ada lagi bekas memendam rasa sakit selama 24 tahun.