What's New

Kurangi Resiko Stroke dengan Terapi Emtech

Apabila aliran darah dalam arteri yang mensuplai otak terganggu selama lebih dari beberapa detik, sel-sel otak dapat mati, menyebabkan kerusakan permanen. Gangguan dapat disebabkan baik oleh gumpalan darah atau pendarahan di otak. Gangguan suplai darah ke bagian manapun dari otak, mengakibatkan jaringan otak rusak. Inilah yang kita sebut dengan stroke. [Read more..]

Ozone Medical Therapy

Extra Corporeal Blood Oxygenation and Ozonation
The first and the only one in Bali

EBOO Safe - Straight to the heart is a device based therapy intended to remove extra fluid from blood and body. Simple Excess Fluid Extraction (SAFE) as the name implies. [Read more..]

Sorry, flash is not available.


Saya Sembuh dari Penyakit Diabetes Setelah Mengkonsumsi Manjusaka dan Winter Favorite

Penyakit diabetes melitus atau kencing manis pernah menyerang ibu Hj. Animah Prayitono (52 tahun). "Saya benar-benar sembuh setelah menggunakan Coprinus Comatus, Cordyceps Sobolifera, Ganoderma Applanatum (Manjusaka) dan Cordyceps Sinensis Sacc (Winter Favorite)," ujar wanita kelahiran Lamongan, Jawa Timur ini kepada majalah Hsen Chii pada 7 Juni 1996 di kediamannya. Di kawasan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Ibu Asmadi terkejut ketika dinyatakan dokter, bahwa dia menderita penyakit diabetes melitus atau kencing manis. Hasil pemeriksaan kimia klinik sistem reflotron di sebuah klinik terkemuka di Jakarta memastikan, bahwa penyakit tersebut menunjukkan kadar gula yang sangat mengkhawatirkan, yaitu 456 mg/dl.

Keterkejutan Ibu lima anak itu sangat beralasan. Sebab selama ini dia tidak pernah mengalami gejala penyakit tersebut atau penyakit lain yang serius. Dari faktor keturunan, keluarganya tidak ada yang menderita penyakit kencing manis. Dari segi makanan, ibu yang berbobot 80 kg dan tinggi 156,5 cm ini memang senang makan.

Menurut dr. Jose RI. Batubara, DSAK, dari bagian endokrinologi anak dan remaja FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, diluar faktor keturunan, seseorang dapat menderita penyakit kencing manis, dimana berkaitan dengan berbagai faktor pencetusnya.

Faktor pencetus ini, seperti yang dikatakan dr. Wang Yu Ming, seorang dokter asal RRC, ada 10 faktor utama yang memiliki hubungan erat dengan penyakit kencing manis. Sampai saat ini memang kalangan dokter internasional pun belum menemukan penyebab dari penyakit kencing manis, tapi mereka telah sepakat mengatakan, ada 10 faktor pencetus penyakit ini yaitu: faktor keturunan; faktor endokrin (karena fungsi kelenjar terganggu); faktor kegemukan (berat badan berlebihan); faktor makanan dan minuman; faktor karena rangsangan mental atau emosional; faktor hamil; faktor lingkungan hidup; faktor infeksi atau ketularan; dan faktor kekebalan sendiri.

Pada kasus Ibu Asmadi pertama-tama dia mengalami penurunan kesehatan yang cukup drastis, ketika suaminya meninggal dunia pada awal tahun 1994. "Saya sangat kehilangan orang yang sangat saya cintai," katanya.

Tentu saja semua orang sangat emosional (arti dari emosional di sini bukan "marah", tapi "kesedihan perasaan batin yang mendalam)" menerima kenyataan ini. "Dan dokter yang merawat saya bilang, penyakit kencing manis yang saya derita ada hubungan dengan faktor ini (emosional)," tutur Ibu Asmadi. Tampaknya keluhan ini selaras dengan yang dikemukakan dr. Wang Yu Ming, salah satu faktor pencetus penyakit ini, yaitu rangsangan mental atau emosional. Faktor ini dikenal dengan istilah irritability factor atau exitability. Biasanya disebabkan oleh stress atau mental yang berjalan dalam jangka waktu lama.

Sejak itulah Ibu Asmadi yang tadinya sangat energik ini sering mengalami flu dan batuk yang tidak pernah sembuh. Setiap obat yang diberikan dokter habis, keluhan-keluhan itu kambuh lagi. Begitu seterusnya, sampai tiga kali, lalu dokter itu merekomendasikan supaya ada pemeriksaan laboratorium. Hasilnya seperti yang dijelaskan di atas, dimana kadar gulanya tinggi. Selain keluhan flu dan batuk, Ibu Asmadi juga mengeluh, jantungnya sering debar, sering buang air kecil, badan lemas, dan rasa haus yang luar biasa.

Penyakit kencing manis dikenal pula dengan istilah the great immitator, karena dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. Untuk itulah Ibu Asmadi segera melakukan general check up terhadap seluruh organ tubuhnya. "Jantung saya mulai terserang, yang berindikasi terkena jantung koroner, dimana rasa sering berdebar-debar, selain itu juga mulai terkena kolesterol," jelasnya.

Dari hasil check up itu organ-organ tubuh lainnya belum mulai merambat, seperti pada mata. "Yang penting menurut analis dokter, kalau gula darahnya dapat distabilkan atau diturunkan, maka penyakit jantung koroner dan kolesterol yang saya derita akan hilang dengan sendirinya," tambah Ibu Asmadi lagi.

Sebelum dia menggunakan produk Coprinus Comatus, Cordyceps Sobolifera, Ganoderma Applanatum (Manjusaka) dan Cordyceps Sinensis Sacc (Winter Favorit) hampir satu tahun bergelut dengan penyakit tersebut. "Terus terang produk ini sungguh luar biasa, dalam waktu tiga bulan gula darah saya turun mencapai titik normal," ujar Ibu Asmadi serius.

Kadar gula normal adalah 76-110 mg/dl. Pertama kali menggunakan Caprinus Comatus, Cordyceps Sobolifera, Ganoderma Applanatum (Manjusaka) pada Juli 1995. Reaksi pertamanya adalah selama dua minggu dia mengalami penderitaan yang luar biasa. "Badan ini linunya luar biasa, seperti mau lumpuh," tandasnya.

Tadinya dia berpikir produk ini mau dibuang saja. Tapi karena khasiat Manjusaka ini telah dibuktikan oleh Bapak Drs. Iwan Rachmansyah - seorang Kapten Polisi - , yang sembuh penyakitnya setelah menggunakan Coprinus Comatus, Cordyceps Sobolifera, Ganoderma Applanatum (Manjusaka) dari koma selama satu bulan, dan kondisi tubuhnya yang hancur menjadi normal - Ibu Asmadi yakin kembali dengan produk Manjusaka. Kasus Pak Iwan adalah korban tabrakan antara mobil yang dikendarainya dengan truk. "Sakitnya yang parah bisa sehat, masa, saya tidak bisa sehat," kata Ibu Asmadi membandingkan.

Selain itu Ibu Asmadi juga semakin yakin setelah dijelaskan, bahwa segala keluhan yang dirasakan merupakan reaksi dari kedua produk tersebut. "Itu tidak apa-apa Bu, jangan khawatir, produk itu sedang berproses untuk membuang penyakit ibu,"Jelas ibu Asmadi meniru Sinshe tersebut.

Satu bulan pertama - setelah mulai dikonsumsi - produk Coprinus Comatus, Cordyseps Sobolifera, Ganoderma Applanatum dan Cordyseps Sinensis Sacc menunjukkan hasilnya. Pada waktu itu dosis penggunaan produk adalah tiga kali satu hari. Kondisi gula dari 456 mg/dl, turun menjadi 380 mg/dl. Kemudian bulan berikutnya dari 380 mg/dl, turun menjadi 126 mg/dl. Jatuh pada bulan ketiga menunjukkan angka yang normal, yaitu 96-7 mg/dl, sedangkan kadar kolesterol mencapai 175 mg/dl (nilai normalnya adalah 200 mg/dl).

Hingga sekarang kondisi kadar gula darahnya stabil secara konsisisten. Ibu Asmadi tidak lagi merasakan keluhan seperti satu tahun lalu, dimana waktu itu ketika Hsen Chii menemuinya, kondisi fisiknya sangat lemah, dia sedang terbaring di tempat tidur dan mengalami kesulitan berjalan. Kalau buang air kecil atau besar, misalnya dia harus merangkak dari tempat tidur ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Selain itu pikirannya galau, sulit berkonsentrasi, apa lagi kalau harus membuat keputusan. Kemana-mana harus ada yang menemaninya, karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap dirinya. "Tapi sekarang saya pergi sendiri pun tidak perlu dikhawatirkan lagi," katanya.

Penurunan kadar gula yang mencapai angka normal telah membawa banyak perubahan terhadap kesehatan ibu yang senang bepergian ini. Segala advis dokter terhadap dirinya, ternyata menunjukkan kebenaran, dimana keluhan jantung dan kolesterol tidak pernah dirasakan lagi, setelah adanya penurunan kadar gula.

Sekali pun dia merasakan khasiat dari Coprinus Comatus, Cordyceps Sobolifera, Ganoderma Applanatum (Manjusaka) dan Cordyceps Sinensis Sacc (Winter Favorite), Ibu Asmadi tetap mengontrol diri secara medis ke dokter spesialis kencing manis langganannya itu. "Kedua produk ini sangat baik. Jadi jangan ragu menggunakannya," katanya.

sembuh dari diabetes setelh minum manjusaka dan winter favorite

apakah setelah kadar gula normal kembali , ibu bisa lepas dari konsumsi manjuska dan wnter favorite, ataukah setelah normal masih terus mengkonsumsinya ?
dan apa effect bila tidak minum obat tersebut ?